MEDAN (kennortonhs): Kesetiakawanan sosial harus dapat diimplementasikan dalam bentuk kegiatan-kegiatan nyata agar mampu menyelesaikan permasalahan bangsa seperti kemiskinan dan pengangguran. Salah satu prakarsa masyarakat yang dapat dijadikan contoh adalah gerakan nasional donor darah sukarela melalui perhimpunan donor darah Indonesia.

“Kegiatan ini (donor darah) dapat menggugah dan mengajak masyarakat untuk memiliki kepedulian sosial yang tinggi kepada sesama. Saya menyatakan gerakan nasional kesetiakawanan sosial pada tahun ini di kota Medan, saya serukan gerakan nasional donor darah sukarela,” kata Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara puncak HKSN 2007 di Lapangan Merdeka, Medan, Rabu (19/12).

Yudhoyono mengatakan gerakan ini selain dimaksudkan agar kegiatan donor darah menjadi budaya masyarakat juga sebagai bentuk dari kerelaan berkorban, saling tolong menolong dan saling membantu, sebagai wujud nyata dalam menebarkan nilai-nilai kesetiakawanan sosial.

“Setetes darah kita dapat menyelamatkan jiwa saudara-saudara kita yang memerlukan. Partisipasi sosial dari pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat luas dalam mewujudkan kesetiakawanan sosial dapat terus ditingkatkan. Semoga kesetiakawanan sosial dapat membawa bangsa kita bangkit menuju kejayaan di masa depan,” kata Yudhoyono.
Menurut Yudhoyono menjadikan kesetiakawanan sosial sebagai nilai karakter dan jati diri bangsa yang harus terus dilekatkan agar tidak sekadar menjadi wacana. “Thema Kesetiakawanan Sosial Mewujudkan Masyarakat Sejahtera, saya anggap penting dan sejalan dengan nilai-nilai ajaran agama yang tadi saya kemukakan, katanya.

Pada acara itu, Yudhoyono melakukan penyerahan penganugerahan Setiakawanan Award, pemberian piagam penghargaan kepada perwakilan Karang Truna, pekerja sosial masyarakat, dan organisasi sosial berprestasi. Yudhoyono juga melakukan penganugerahan Satyalecana Kebaktian Sosial, Satyalecana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun, serta penyerahan secara simbolis bantuan 100 unit kursi roda kepada Elyus dan Marihot Situmorang dari dewan pimpinan daerah perhimpunan penyandang cacat Indonesia.

Menteri Sosial RI Bachtiar Chamsyah mengatakan gerakan HKSN ini akan bergema sepanjang masa dan menjadikan tiada hari tanpa kesetiakawanan. “Peringatan HKSN ini menjadi pemacu bagi seluruh komponen bangsa untuk berbuat yang terbaik melakukan usaha-usaha sosial demi terwujudnya kesejahteraan lahir dan bathin,” katanya.
Dalam rangka HKSN tahun 2007 ini, panitia mengadakan donor darah 600 orang di Departemen Keuangan Sumut, operasi bibir sumbing di rumah sakit Sari Mutiara Medan sebanyak 300 orang dan pemeriksaan ibu hamil, program immunisasi bagi ibu yang baru melahirkan, dan sunatan massal sebanyak 1000 orang.

“Kami juga melakukan pembangunan rumah sederhana sejak Oktober sampai saat ini sebanyak seribu rumah di daerah kumuh di Martubung, Kota Medan. Itu tanpa uang muka dengan angsuran per bulan sebesar Rp 180.000. Ini dikerjakan oleh Departemen Sosial, Dewan Koperasi Indonesia, Pemrov Sumut, Pemkot Medan, dan Perum Perumnas,” kata Ketua Umum Panitia HKSN 2007 Bambang W Soeharto.

Sementara itu, Gubernur Sumut Rudolf M Pardede menyambut gembira kedatangan Presiden dalam acara itu yang menunjukkan kecintaan Presiden pada Kota Medan. “Presiden sudah datang ke Medan 14 kali sejak Desember 2004. Ini menunjukkan kecintaan pada daerah ini,” kata Gubernur.

Dalam acara itu, Presiden memberikan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh atas jasanya yang besar dalam peri kemanusiaan, khususnya dalam usaha kesejahteraan sosial seperti donor darah dan bencana alam. Tokoh-tokoh itu adalah Bupati Ogan Ilir Sumsel Mawardi Yahya, Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) 1 Koarmabar sebagai Satgas Bencana Alam Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Nias Laksamana Pertama Sadiman, Direktur Yayasan Lembaga Penelitian Masyarakat Kendari Meti Djamaludin Safaa, Sulawesi Uara, dan pimpinan perusahaan Star Foundation Medan Iskandar.**

About these ads