Peringatan 100 Tahun Gugurnya Pahlawan Sisingamangaraja XII

Posted on Juni 3, 2007. Filed under: Budaya, Uncategorized |

DIMERIAHKAN DENGAN OPERA BATAK SIPURBA GORING-GORING

MEDAN (@ken): Pusat Latihan Opera Batak (PLOt) Pematang Siantar menggelar pertunjukan Opera Batak berjudul Sipurba Goring-goring di Gedung Taman Budaya Sumatera Utara, Jl Perintis Kemerdekaan, Medan, Sabtu malam.

Acara yang dihadiri ratusan penonton, itu memeriahkan malam budaya peringatan 100 tahun gugurnya pahlawan nasional Sisingamangaraja asal tanah Batak, Sumut. Opera Batak Sipurba Goring-goring menceritakan hubungan orang Batak yang marpariban. Yakni, hubungan keluarga antara seorang lelaki dan perempuan yang terikat secara alami untuk dapat berpasangan menjadi suami-isteri.

Opera ini menampilkan dua tokoh utama yaitu Sipurba Goring-goring seorang anak yatim-piatu yang sejak kecil diasuh oleh pamannya. Dan, Sibintang yang sebelumnya dianggap Sipurba adik kandung sendiri, ternyata adalah paribannya. Mereka berdua tahu keadaan itu setelah mulai dewasa.

Sipurba Goring-goring dan Sibintang pun kemudian dilanda rasa suka dan hasrat untuk mesra. Namun suatu ketika Sipurba Goring-goring harus pergi ke daerah Barus, mencari pekerjaan yang layak untuk kehidupannya di kemudian hari. Di Barus dia menemukan pekerjaan. Sipurba dipercaya Raja Barus meneruskan usahanya. Bahkan Sipurba direncanakan akan dijodohkan dengan putri Raja Barus. Sibintang pun mulai ingin dilupakan Sipurba.

Kabar Sipurba didengar Sibintang. Sibintang berpura-pura menjadi seorang nenek tua untuk mengetahui keadaan lebih jauh dan memastikan hal itu. Dia temui langsung Sipurba Goring-goring ke Barus. Esok harinya setelah mendapat informasi yang pasti, dia membawa buah hati mereka yang ditanam pada masa mesra. Lalu kesetiaan Sipurba Goring-goring pun diuji. Akhirnya Sipurba dan Sibintang menikah, setelah beberapa tahun berpisah.

Thompson Hs, direktur artistik PLOt sekaligus kordinator acara mengatakan dilaksanakannya Malam Budaya ini karena panitia ingin menunjukkan peringatan seabad atas gugurnya raja dari Negeri Bakara (sekarang masuk ke wilayah Kabupaten Humbahas) itu kiranya dapat dimeriahkan dengan cara-cara yang berbudaya. “Kaitannya dengan Opera Batak terkait dengan fungsi mediumnya yang sejak hadir tahun 1920-an dalam entitas budaya Batak sering menampilkan cerita-cerita rakyat dan kepahlawanan,” katanya di Medan, kemarin.

Dipilihnya cerita ini dalam konteks peringatan 100 tahun adalah sebagai bagian hiburan semata. Juga tidak bermasalah secara teknis waktu karena PLOt sudah pernah mementaskan cerita ini di Balige pada Maret 2005. “Cerita yang terkait langsung untuk peringatan 110 tahun sebenarnya sudah dipersiapkan oleh panitia. Cerita tersebut adalah “Srikandi Boru Lopian”. Penampilan cerita itu akan dilakukan secara berkeliling ke delapan wilyah kabupaten dan kota di Sumatera Utara bersamaan dengan paket napak tilas dan penghijauan pada 4- 6 Juni 2007,” kata Thomson selaku dramaturg Opera Batak Sipurba Goring-goring.**

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...