You are currently browsing the daily archive for Mei 30th, 2007.

MEDAN (@ken): Puluhan buruh berunjuk rasa di Kantor DPRD Medan, Rabu (30/05/07). Mereka yang menamakan dirinya Serikat Buruh Sarana Baja Perkasa- Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSBP-SBSU) meminta pihak perusahaan menaikkan upah mereka sesuai Upah Minimum Kota (UMK) Medan yaitu Rp821 ribu per bulan. Padahal gaji yang mereka dapat hanya berkisar Rp395 ribu hingga Rp537 ribu per bulan.

Bambang Hirawan, seorang buruh yang turut berunjuk rasa mengaku sudah bekerja sembilan tahun sebagai operator eskavator di perusahaan Sarana Baja Perkasa tersebut, namun hingga saat ini ia digaji hanya RpRp537 ribu per bulan.

“Status kami disebut sebagai karyawan, tapi gaji kami jauh di bawah UMK. Kami juga tak mendapat jaminan sosial seperti Jamsostek atau asuransi kesehatan,”
kata Bambang kepada Media Indonesia di DPRD Medan, kemarin.

Desakan pihak buruh itu sudah berlangsung sejak Maret lalu. Pihak perusahaan malah tak memberikan gaji kepada setiap buruh yang ikut memorotes masalah gaji yang tak sesuai dengan UMK.

Para pengunjuk rasa menggelar sejumlah poster dan spanduk. Mereka meminta agar DPRD Kota Medan memanggil pihak pengusaha untuk membahas persoalan tersebut. “Kami meminta agar DPRD Kota Medan dan Pemkot Medan melakukan upaya-upaya pelaksanaan UMK yang telah ditetapkan. Tentu, kalau ada perusahaan yang tidak mematuhi ini, pemerintah harus bertindak tegas,” kata Agus, pengurus SBSU Sumut.

MEDAN (@ken): Perusahaan asuransi jiwa Sequislife membuka pusat pelayanan regional di Kota Medan yang resmi beroperasi, kemarin. Hal itu dilakukan untuk membangun loyalitas pelanggannya untuk menjadi perusahaan pilihan.

Perusahaan asuransi ini mencapai laba Rp182,750 miliar pada 2006. Itu meningkat sekitar 2,36 kali dibandingkan laba tahun 2005. “Sekitar 15 persen dari keuntungan itu merupakan kontribusi dari warga Kota Medan yang menjadi nasabah kami,” kata Bambang Rudijanto, Direktur Sequislife di Medan, kemarin.

Premi nasabah dari Kota Medan pada triwulan pertama 2006 sekitar Rp235,2 miliar. Pada 2007 triwulan pertama premi nasabah itu meningkat sekitar 27 persen dengan nilai Rp322,6 miliar.
Bambang mengatakan pihaknya menargetkan premi nasional perusahaan asuransi yang memiliki unsur investasi dan tabungan itu sekitar Rp1,1 trilun pada 2007. “Medan termasuk terbesar ketiga yang memberikan kontribusi keuntungan perusahaan setelah Jakarta dan Surabaya. Hingga triwulan pertama 2007, kami mengelola aset sekitar Rp3,9 triliun,” kata Bambang.
Presiden Direktur PT Sequislife Tatang Widjaja mengatakan pusat pelayanan regional itu menyediakan pelayanan mulai dari administrasi, penerimaan premi, hingga transaksi. “Salah satu cara yang kami tempuh memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah dengan mengoperasikan pusat pelayanan regional di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya seperti Medan dan Surabaya,” katanya.**

MEDAN (@ken): Puluhan buruh berunjuk rasa di Kantor DPRD Medan, kemarin. Mereka yang menamakan dirinya Serikat Buruh Sarana Baja Perkasa- Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSBP-SBSU) meminta pihak perusahaan menaikkan upah mereka sesuai Upah Minimum Kota (UMK) Medan yaitu Rp821 ribu per bulan. Padahal gaji yang mereka dapat hanya berkisar Rp395 ribu hingga Rp537 ribu per bulan.

Bambang Hirawan, seorang buruh yang turut berunjuk rasa mengaku sudah bekerja sembilan tahun sebagai operator eskavator di perusahaan Sarana Baja Perkasa tersebut, namun hingga saat ini ia digaji hanya RpRp537 ribu per bulan.

“Status kami disebut sebagai karyawan, tapi gaji kami jauh di bawah UMK. Kami juga tak mendapat jaminan sosial seperti Jamsostek atau asuransi kesehatan,”
kata Bambang kepada Media Indonesia di DPRD Medan, kemarin.

Desakan pihak buruh itu sudah berlangsung sejak Maret lalu. Pihak perusahaan malah tak memberikan gaji kepada setiap buruh yang ikut memorotes masalah gaji yang tak sesuai dengan UMK.

Para pengunjuk rasa menggelar sejumlah poster dan spanduk. Mereka meminta agar DPRD Kota Medan memanggil pihak pengusaha untuk membahas persoalan tersebut. “Kami meminta agar DPRD Kota Medan dan Pemkot Medan melakukan upaya-upaya pelaksanaan UMK yang telah ditetapkan. Tentu, kalau ada perusahaan yang tidak mematuhi ini, pemerintah harus bertindak tegas,” kata Agus, pengurus SBSU Sumut.**

Blog Stats

  • 37,033 hits

a