Sang Gubernur Kontroversial
Masa Kecil
Rudolf M Pardede dilahirkan di Balige, 4 April 1942. Ia putra Menteri Berdikari TD Pardede di masa pemerintahan Soekarno. Ia putra laki-laki tertua dari pasangan TD Pardede dan Hermina Naiputuplu. Ia anak ketiga dari sembilan bersaudara.
Di masa kecil ia seorang pemain gulat. Teman sebanyanya di sekolah dasar yang sering dilawannya bergulat bernama Olo Panggabean, Ketua Besar (Umum) Ikatan Pemuda Karya (IPK) saat ini di Sumut.
Ia kurang mendapat kasih sayang dari ayahnya. Sang ayah sibuk dengan urusan perusahaan bisnis tekstil dan sebagai Menteri. Apalagi anggota keluarga Rudolf juga tergolong banyak. Kondisi ini membuat Rudolf lebih mandiri.
Pada masa anak-anak Rudolf termasuk rajin ke gereja. Lagu yang paling disukainya ketika itu Amen Amen Amen, lagu itu dinyanyikan di akhir acara sekolah minggu pertanda mau pulang.
Menurut pengakuannya pada visi misi saat mencalonkan sebagai Wakil Gubernur Sumut periode 2003-2008 ia duduk di SD Medan pada 1954. Ia melanjutkan ke SMP 1 Tanjung Pinang pada 1957. Sekolahnya di SMA Sukabumi pada 1960 hingga saat ini menjadi perdebatan. Sejumlah pihak menuduh Rudolf menggunakan keterangan palsu saat pencalonan Wakil Gubernur Sumut.
Dewasa
Masih berdasarkan pengakuan Rudolf, pernah kuliah dan mendapat gelar Sarjana Ekonomi dari Jepang pada 1966. Setelah pulang dari Jepang, Rudolf bertemu Imral Nasution, teman ayahnya. Pada peresmian Hotel Danau Toba Internasional Rudolf memperkenalkan olah raga bowling di Medan.
Rudolf menyelenggarakan turnamen-turnamen bowling di Sumut. Bahkan Rudolf pernah membawa tim bowling Medan pada turnamen bowling tingkat nasional. Berkat kepiawaiannya bermain bowling ia dijuluki Pemain Utama Bowling Medan.
Ia juga aktif di sebuah komunitas bernama bussiness community (masyarakat dunia usaha). Pengalaman bisnis Rudolf yang berlatar belakang pendidikan di luar negeri menjadi modal utamanya bergaul di kalangan pengusaha.
Rudolf memiliki pemikiran-pemikiran bagaimana membangunan sosial ekonomi bangsa, sosial budaya, dan sosial politik. Berangkat dari pemikiran-pemikiran itu, ia mendirikan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Sumut.
Rudolf berkecimpung di dunia usaha ketika itu sekaligus memimpin perusahaan Grup Pardede. Ia memiliki keyakinan berkecimpung di dunia usaha tak cukup untuk melakukan perubahan peran negara dalam mensejahterakan bangsa. Ia berkeyakinan politiklah yang menjadi modal untuk meningkatkan peran negara untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa. Saat itulah ia merasa sadar dan terpanggil sebagai anak bangsa untuk berbuat melakukan perbaikan-perbaikan sosial ekonomi, budaya, dan politik.
Proses alamiah membawa Rudolf bergabung di partai politik (parpol) dengan pemikiran-pemikiran yang mendasar pada ajaran-ajaran bung Karno. Ketika itu hanya ada tiga partai yaitu Partai Demokrasi Indonesia (PDI), PPP, dan Golongan Karya. Rudolf bergabung di PDI. Wajar saja Rudolf bergabung di Partai PDI karena Pak Ketua ayahnya, itu soko guru PNI.
Rudolf menjadi Ketua PDIP tak terlepas dari ketokohan ayahnya yang bersahabat baik dengan Soekarno. Berkat hubungan baik ayahnya, Rudolf bersahabat dengan Megawati Soekarnoputri, putri Soekarno.
Ketika Megawati Soekarnoputri memimpin DPP PDIP, Rudolf Pardede terpilih sebagai Ketua DPD PDIP Sumut periode 2000-2005. Posisi Rudolf sebagai Ketua PDIP Sumut, memperkuat dia di kancah politik Sumut.
Menjadi Gubernur Sumut
Pada Pemilihan Gubernur melalui DPRD Sumut Rizal Nurdin yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Sumut mencalonkan diri lagi sebagai calon Gubernur Sumut periode 2003-2008. Rizal berpasangan dengan Rudolf selaku Ketua DPD PDIP Sumut yang mendapat kursi paling banyak di DPRD Sumut. Pasangan ini menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Sumut terpilih melalui pemilihan DPRD Sumut.
Rudolf tak mulus dilantik sebagai Wakil Gubernur. Pelantikannya di Kantor DPRD Sumut diwarnai unjuk rasa sejumlah mahasiswa yang menamakan dirinya Mahasiswa Pancasilan. Protes unjuk rasa itu tak membuat batal Rudolf dilantik sebagai Wakil Gubernur. Wah gimana nih?
Pada 2005, pesawat Mandala Airlines jenis pesawat Boeing 737-200 seri RI091 yang ditumpangi Rizal Nurdin jatuh di Jl Djamin Ginting Medan. Pada tragedi itu Rizal Nurdin meninggal. Sesuai perintah Undang-Undang Rudolf menempati posisi Gubernur Sumut. Namun untuk mendapatkan posisi itu melalui proses politik yang cukup panjang. Apalagi ia terganjal kasus dugaan surat keterangan palsu berkaitan dengan ijazahnya.
Lagi-lagi soal ijazah bermasalah menerpa Rudolf. Nampaknya politik kekuatan mengalahkan hukum. Tanpa menjawab pertanyaan kalangan DPRD dan banyak pihak, Rudolf tetap dilantik sebagai Gubernur Sumut, sekalipun pelantikannya di Jakarta untuk menghindari amukan massa. Rudolf justru merasa bahwa masalah ijazahnya yang diproses oleh Polda Sumut, bukan kewenangannya lagi mengklarifikasinya. “Silahkan tanga ke Polda, saya sudah diperiksa disana,” katanya.
Rudolf akhirnya meraih kursi nomor satu di Sumut pada 2005. Posisi Rudolf sebagai Gubernur Sumut memudahkan dia menyingkirkan lawan-lawannya merebut Ketua DPD PDIP Sumut periode 2005-2010. Pemilihan Rudolf sebagai Ketua DPD diwarnai protes dan unjuk rasa di kelompok Usaha Ginting, yang menginginkan posisi Ketua PDP PDIP tersebut. Namun, Rudolf tetap duduk sebagai Ketua DPD PDIP Sumut.
Politik Rudolf pun semakin kuat. Secara tak langsung berpengaruh pada Pilkada di daerah. Dua calon yang didukung PDIP berhasil menjabat sebagai bupati yakni Bupati Toba Samosir Monang Sitorus dan Bupati Tapanuli Tengah Tuani Lumbangtobing. **
A. IDENTITAS
Nama Lengkap : Rudolf Matzuoka Pardede
Lahir di : Balige, 4 April 1942
Etnis/Suku : Batak Toba
Agama : Kristen Protestan
Jenis Kelamin : Laki-laki
Isteri : Vera Natarida Tambunan
Anak : Yohana Pardede, Beby Fedy Camelia Pardede, Salomo Tabah Ronal Pardede, Josua Andreas Pardede
Alamat Rumah : Jl Selamat Riyadi Medan
Alamat kantor : Jl Diponegoro Medan
No. HP :-
Telp Rumah :
Telp Kantor :
Pekerjaan Utama : Gubernur Sumut periode 2005-2008
Kategori Pekerjaan Utama : Kepala Daerah dipilih DPRD Sumut
Pekerjaan Lain : Ketua PDIP
Kategori Pekerjaan Lain : Politisi (Sumber: wawancara dan Visi Misi Gubernur-Wagub Sumut periode 2003-2008)
BAGI ANDA YANG PROFILNYA MAU DIPOSTING DI BLOG INI BISA MENGHUBUNGI HP 081361424961 ATAU BISA SAJA ANDA POSTINGKAN SENDIRI DI KOTAK KOMENTAR DULU, LALU NANTI SAYA POSTINGKAN. ATAU KALAU MAU DIBUATKAN PROFIL SINGKATNYA SAYA BISA BANTU MENULISKANNYA TANPA UPAH.
kau buatkanlah profil ku satu.. pengen juga aku jadi narasumber. cemana baeknya lah..
nasrilbahar
Januari 4, 2008
Saya berdoa agar mantan sang Gubernur terhindar dari rencana jahat orang-orang yang ingin mencelakakan Beliau,sebab Tuhan baik pada orang-orang yang banyak membantu orang lemah,diberkatilah kiranya Beliau dan seluruh Keluarga,hendak nua masalah yang tengah terjadi cepat terselesaikan dengan bimbingan Roh kudus -Amin Amin Amin.-dari Rudolf Tambunan.
Rudolf Tambunan
Februari 2, 2009