Menapaki Jejak Sang Penakluk di Tanah Batak

Posted on Mei 12, 2007. Filed under: Budaya, Uncategorized |

Tarutung (kennortonhs):
TERIK matahari mulai menyengat. Ratusan orang menelusuri jalan setapak di antara pepohonan yang menjulang tinggi. Mereka ialah peserta Napak Tilas yang menapaki jejak perjalanan misionaris DR Ingwer Ludwig (IL) Nommensen di Salib Kasih Siatas Barita dalam rangka perayaan Paskah, Sabtu pekan lalu. Ia patut dihargai dengan sebutan Pahlawan Batak karena pengabdiannya.

Perayaan Paskah kali ini tidak seperti biasanya sepi pengunjung. Cukup ramai. Alunan lagu rohani dinyanyikan peserta Napak Tilas memecah suasana kebisuan di tengah hutan pinus lokasi berdirinya Salib Kasih. Raut wajah mereka mengekspresikan semangat berkobar. Keletihan mereka mendaki bukit Siatas Barita sekitar setengah kilometer ke Salib Kasih pun terabaikan.

Bukit Siatas Barita tempat pengasingan missionaris Jerman bernama Nommensen. Di situlah Nommensen membulatkan tekad hidupnya untuk orang Batak. ‘Tuhan, hidup atau mati saya akan bersama bangsa (Batak) ini untuk memberitakan firman dan kerajaanMu.’ “Itu janji yang diungkapkannya sekitar 1,5 abad lalu saat memandang rura (lembah) Silindung pemukiman Batak terbelakang yang belum pernah dilihatnya. Dengan keyakinan ini saya bisa merasakan lebih kusuk berdoa di tempat ini,” kata Meriana Nurcahaya Siburian, seorang peserta Napak Tilas dari Tapanuli Utara.

Untuk mengenang jejak Nommensen di Siatas Barita, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara mendirikan salib raksasa Salib Kasih Siatas Barita pada 1991. Lokasi ini wajib dijalani pada Napak Tilas DR IL Nommensen.

Nommensen membuat orang Batak animisme menjadi Kristen, menjadikan orang Batak terdidik, menjadi peduli kesehatan, menjadi petani modern, dan mengetahui perdagangan. Pahlawan Batak pantas dialamatkan kepada Nommensen karena ia yang mengangkat harkat dan martabat orang Batak.

Praeses (pemimpin) Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik II Silindung Pendeta Welman P Tampubolon mengatakan Nommensen telah meletakkan pilar-pilar sebagai fondasi pembangunan di daerah Tapanuli. “Nommensen telah membangun keimanan, sektor pendidikan, sektor kesehatan, dan sektor pertanian,” katanya pada acara kebaktian yang bertajuk ‘Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu di Salib Kasih Siatas Barita.

Bangsa yang berbudaya ialah bangsa yang selalu mengingat sejarahnya. Kini orang Batak menggelar Napak Tilas untuk menghargai Nommensen sebagai pelaku sejarah yang membawa orang Batak keluar dari keterbelakangan.

“Napak Tilas itu dilakukan dengan jalan kaki menelusuri jejak orang yang dihargai. Napak Tilas Nommensen yang kita lakukan saat ini menggunakan kendaraan, kurang tepat. Tapi sebagai permulaan ini menjadi awal kita menghargai jasa-jasa pahlawan kita. Nommensen idolaku, idola kita semua. Tanpa beliau saya tak mungkin Jenderal dan menjadi Penasehat Presiden saat ini,” kata TB Silalahi saat memberangkatkan peserta Napak Tilas di Kantor Bupati Toba Samosir, Jl Sutomo, Balige, Kamis (5/4).

Para peserta yang mengenakan pin, baju, topi, hingga jas bergambar Nommensen menelusuri jejak Nommensen mulai dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kota Padangsidempuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Utara, dan berakhir di Sigumpar Kabupaten Toba Samosir, makam Nommensen.Berbagai cara setiap daerah yang dikunjungi memberi penyambutan antusias kepada peserta Napak Tilas. Mulai dari drum band, musik tradisional sarune Batak, tarian dan musik pesisir, tarian dan musik Angkola, dan musik terompet. Napak Tilas ini juga menggambarkan multikultur dan multiagama di daerah Tapanuli, karena Islam juga berpartisipasi menyukseskannya, seperti yang dilakukan Kristen ketika menyukseskan kegiatan-kegiatan keagamaan Islam.

“Napak Tilas ini dilakukan pada saat Paskah karena paskah itu artinya kemenangan. Paskah sesungguhnya kemenangan Yesus Kristus melawan kematian. Kaitannya dengan Napak Tilas ini ialah kemenangan Nommensen bersama orang Batak keluar atau mengalahkan keterbelakangan. Sampai akhir hayatnya, Ompui DR IL Nommensen telah mendirikan 510 unit sekolah dan sejumlah gereja termasuk gereja tua HKBP Parausorat Sipirok dan Gereja HKBP Dame Tarutung. Napak Tilas ini dilakukan untuk menghargai jasa-jasa beliau,” kata Dolon Jhon Peter Napitupulu, pemrakarsa Napak Tilas DR IL Nommensen.

Bupati Toba Samosir Monang Sitorus sebagai Ketua Umum Napak Tilas DR IL Nommensen kepanitiaan 2007 mengatakan kegiatan Napak Tilas ini wujud kepedulian dan penghargaan masyarakat Batak menghargai DR IL Nommensen sebagai pahlawan Batak. “Kegiatan ini kita harapkan dapat diselenggarakan setiap tahun. Manfaatnya ialah mendorong semangat masyarakat terlibat dalam pembangunan seperti dilakukan Nommensen dulu dan menggalakkan wisata rohani,” katanya.

Secara kontekstual, pilar-pilar pembangunan yang dilakukan Nommensen dulu masih relevan sampai sekarang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara, satu di antara Pemkab di Daerah Tapanuli yang menempatkan pilar pembangunan keimanan (spritual), kesehatan, pendidikan, dan pertanian, yang dilakukan Nommensen lebih dulu, sekarang masih tetap prioritas pembangunan Pemkab itu.

Bupati Tapanuli Utara (Taput) Torang Lumbantobing mengatakan Napak Tilas agar dilakukan setiap tahun dengan tuan rumah sebagai penyelenggara bergiliran. “Kalau tahun ini tuan rumah panitia pelaksana Napak Tilas Pemkab Toba Samosir, tahun mendatang panitia sebaiknya kabupaten lain. Ini perlu karena ketika kabupaten itu sebagai tuan rumah mereka akan terlibat langsung sehingga semakin mengenal dan menyukuri jasa-jasa Nommensen,” katanya.
Selain melanjutkan fondasi pembangunan yang diletakkan DR IL Nommensen, Pemkab juga menggalakkan kepariwisataan. “Karya nyata DR IL Nommensen menjadi objek wisata di daerah Tapanuli Utara dengan maskoy daerah wisata rohani. Kami mengharapkan dengan adanya Napak Tilas ini dapat meningkatkan kunjungan wisata. Ini juga kami harapkan bisa mendorong tumbuhnya Nommensen Nommensen kecil (orang-orang Batak yang peduli pembangunan seperti Nommensen),” katanya.**

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...